Soal Kucing
Ketika digendong ayah, ia langsung melengos cepat. Mulut kecilnya menggumamkan sesuatu yang secara kentara menandakan sebuah arah. Lalu mulut kecilnya itu membunyikan "hus" dengan suara lemah. Seperti angin yang enggan merobohkan daun.
Lalu pada hari-hari berikutnya kami akrab dengan kata-kata itu. Entah sore, pagi, atau malam setelah maghrib, ia kerpa menyapa teman barunya yang sekarang lebih rajin bersimpuh menikmati pagi, atau sore sambil menanti kepala ikan yang kami khususkan untuknya.
Pada hari berikutnya ia mengucungkan jari telunjuknya sambil matanya menatap antara riang dan cemas ketika anak kucing dan ibunya tak pernah bosan menunggu.
Posting Komentar
Posting Komentar